Home Marketing Apa Itu Konsep 5A Dalam Marketing ? Berikut Penjelasannya

Apa Itu Konsep 5A Dalam Marketing ? Berikut Penjelasannya

by Hendry Rudiansyah

Sejalan dengan perkembangan zaman, dunia marketing pun semakin berkembang. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan itu adalah berkembangnya bidang teknologi seperti internet dan gadget.

Melansir dari tabloid marketeers.com pada tanggal 25 February 2015 yang menuliskan sebagai berikut.

Pada April 2014 lalu, MarkPlus Inc. mencetuskan customer path terbaru, yaitu Konsep 5A, yang menggantikan tahapan konsumen 4A yang secara umum digunakan oleh hampir seluruh sektor industri. Perubahan tersebut terjadi karena konsumen masa kini sudah tidak bisa fokus terhadap dirinya sendiri. Sehingga, pembelian pun bukan semata-mata adalah kehendak pribadi, melainkan menjelma sebagai keputusan bersama.

Di era internet saat ini, konsep 4A dianggap bersifat terlalu individual. Sebab, hampir semua pembelian yang dilakukan konsumen saat ini sangat dipengaruhi oleh pihak eksternal. Sebelum membeli, mereka kerap bertanya kepada orang lain, baik secara langsung kepada teman dan keluarga, maupun melalui bantuan media sosial.

Apa itu konsep 4A dan 5A ?
Penjabaran singkat saya seperti ini :

Pola marketing yang dulunya 4A yaitu Aware, Attitude, Act, Act again, yang artinya (Orang kenal, suka, beli, dan beli lagi), sekarang berubah menjadi 5A yaitu Aware, Appeal, Ask, Act, Advocate. Yang artinya (Orang kenal, tertarik, bertanya, beli, dan merekomendasi).

Dimana ada pemecahan dari kata “Attitude” menjadi “Appeal” dan “Ask”.
Artinya, jika dulu customer memutuskan sendiri attitude terhadap brand (suka atau tidak). Sekarang terpecah menjadi dua (Appeal & Ask), yang artinya jika customer tertarik, mereka tidak langsung membeli, mereka akan bertanya-tanya terlebih dahulu. Tanya sini tanya sana.
“Ehh, brand ini bagus gak sih ?”
“Belanja ditempat ini pelayanannya gimana ? Bagus atau tidak ?”
“Produk ini kualitasnya bagus gak sih ?
Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya

Kurang lebih seperti itulah saat ini..
Setelah mendapatkan jawaban barulah mereka memutuskan beli atau tidak.

Kemudian yang mencolok adalah di perubahan kata terakhir. Yaitu “Act again” menjadi “Advocate”.
Jika dulu, loyalitas customer dapat diukur dari “pembelian kembali” (repeat order). Yang artinya jika customer membeli brand/produk lebih dari sekali, biasanya sudah dianggap loyal. Sebenarnya ini masih tetap berlaku. Tapi, bagaimana dengan seseorang yang membeli mobil baru?
Sepertinya tidak mungkin dalam waktu dekat dia kan membeli lagi.
Karena itulah saat ini loyalitas tertinggi dilihat dari keaktifan merekomendasikan sebuah brand (Advocate).

Hal ini lebih diperkuat lagi dengan sebuah riset yang selalu menunjukkan bahwa 9 dari 10 orang lebih percaya rekomendasi dari orang lain ketimbang klaim yang dibuat oleh brand itu sendiri.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.