Home Tips & Motivasi Membangun Budaya Inovasi Dengan 3E

Membangun Budaya Inovasi Dengan 3E

by Hendry Rudiansyah

Inovasi adalah suatu proses atau hasil pengembangan pemanfaatan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki suatu produk, tingkah laku, proses, sistem baru, yang dapat memberikan nilai lebih berarti. (Wikipedia)
Jika saya definisikan sendiri, inovasi adalah sebuah hasil pemikiran baru yang dapat memberikan perubahan signifikan kedalam diri, organisasi, produk, dan sebagainya.

Di zaman sekarang ini, seseorang dituntut untuk lebih kreatif lagi jika ingin lebih berkembang dalam usaha, bisnis, atau pun pengembangan diri. Teknologi yang semakin berkembang, serta perubahan pola kehidupan dan perilaku manusia saat ini seolah-olah menuntut untuk membangun budaya inovasi yang lebih cerdas, terarah, dan memberikan efek luar biasa dalam kehidupan. Sebagai contoh, produsen produk makanan atau minuman, tentu mereka harus terus-menerus mengeluarkan produk terbaru yang unik jika ingin usahanya terus berkembang. Orang akan merasa jenuh jika produk yang dikeluarkan hanya itu-itu saja.

Lalu bagaimana caranya membangun budaya inovasi ?
Melansir dari halaman Think With Google, menjelaskan bahwa ada 3 faktor yang bisa kita lakukan untuk membangun budaya inovasi. Saya menyebutnya dengan faktor 3E. Apa saja faktor 3E itu ?
Mari kita bahas satu per satu.

Empathy

Menciptakan produk atau layanan yang inovatif memang sangat baik sekali. Akan tetapi itu saja tidak cukup jika produk atau layanan yang diciptakan tidak berguna untuk orang lain. Fokus utama yang diperlukan adalah orang lain. Mungkin bisa kita sebut sebagai konsumen. Ketika kita dapat ber-empati kepada mereka, dapat merasakan apa yang mereka butuhkan maka kita dapat menciptakan solusi yang lebih berarti.

Ketika mendapatkan ide baru, maka yang pertama kita pikirkan adalah orang lain yang akan menggunakan layanan atau produk kita. Apakah produk kita bermanfaat untuk mereka? Apakah jasa yang kita tawarkan dapat menjadi solusi dari masalah mereka? Dan lain sebagainya.

Expansive Thinking

Berpikiran luas adalah tentang menciptakan berbagai cara untuk menyelesaikan masalah atau memperbaiki situasi. Daripada memikirkan satu solusi yang sempurna, lebih baik melihat ulang masalah kita dari semua sudut pandang yang bisa mendapatkan beberapa solusi. Mungkin hal ini bisa kita sebut berpikir “out of the box”. Yes, dengan menciptakan pemikiran yang luas, kita dapat melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang. Sehingga bisa menciptakan berbagai solusi yang mungkin bisa diterapkan.

Experiment

Yang terakhir adalah experiment (uji coba). Jika ingin mengetahui sebuah ide berhasil atau tidak, tentu kita harus mencobanya. Kita tidak akan pernah tahu jik tidak pernah mencobanya.
Pada tahap awal, lakukan experiment pada komunitas kecil yang kita miliki. Sebagai contoh ketika Anda merilis produk terbaru, Anda dapat mengujinya secara internal sebelum ke publik. Setelah itu kumpulkan data untuk memutuskan apakah produk ini layak untuk go public atau tidak.

Dalam studi kasusnya, google primer pada tahun 2014 versi beta yang hanya berisi 12 pelajaran, dan mengujinya ke pengguna terpilih saja. Ini membantu tim google menyempurnakan konten aplikasi, dan setahun kemudian google primer dirilis untuk publik.

Membangun budaya inovasi dengan faktor 3E dapat dilakukan oleh siapa saja. Apakah Anda pengusaha, pebisnis, karyawan, apapun itu. Dengan ber-empati kepada orang lain, berpikiran luas, serta ber-experiment dengan ide-ide yang ditemukan, bukan tidak mungkin kita akan dapat berkembang dengan cepat.

Sumber : Think With Google

You may also like

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.